"Kembali lah, jika memang harus kembali"
Cinta tidak semudah itu mengatakan "Aku bisa"
Cinta tidak semudah itu mengatakan "Aku lupa"
Cinta tidak semudah itu mengatakan "Aku yakin"
Jika cinta semudah kata-kata diatas mungkin tidak ada lagi air mata atas nama cinta..
Jika cinta juga semudah kata-kata diatas mungkin aku juga tidak lagi mencintainya dengan begitu dalam..
Berjalan di pinggiran pantai, memang kita rasakan segarnya angin menyentuh seluruh tubuh..
Tapi adakah wujud nyatanya? Adakah angin itu benar-benar menyentuh kita? Atau hanya sekedar lewat?
Seperti itulah mencintai seseorang dengan dalamnya lalu ditinggalkan, merasakan sosoknya nyata ternyata hanya ada di alam bawah sadar kita..
Harus dengan apa lagi aku mengatakan, tidak ada yang mampu menghancurkan tebing yang besar kecuali waktu, seperti itulah aku kepadanya sekarang..
Harus dengan cara yang bagaimana lagi, aku membuat nya yang disebut perasaan ini, berhenti merindukannya
Seperti tidak ada habisnya.. terlalu dalam memang, tapi aku sama sekali tidak menyesal..
Dengan ini, aku tidak takut untuk menyayangi seseorang dengan kuatnya lagi, karena rasaku tlah habis untuknya..
Dengan ini tidak ada rindu yang berlebihan lagi untuk yang lain, karena rinduku telah habis untuknya..
Seakan-akan kita sedang menaiki gunung, gunung yang kita kira begitu jauhnya, ternyata kita hanya membutuhkan lima langkah lagi untuk mencapai puncaknya..
Jangan berandai-andai terlalu jauh, biarkan mimpimu terbang bebas bersama orang yang kamu impikan
Jangan jatuh terlalu dalam, kelak seseorang akan membutuhkan uluran tanganmu, untuk digenggam selamanya..
Hidup memang seperti ini, proses didalamnya, doa menjadi dorongannya..
Tidak ada habisnya aku mensyukuri hidupku yang (masih) belum bahagia ini..
"Kamu harus tau, bagaimana caranya membuat dirimu terlihat bahagia,Bersyukurlah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar