Selasa, 13 Mei 2014

Menyerah atas semua

Tertatih dalam dinginnya malam
Terluka dibalik semua canda dan cinta
Terasingkan di dalam sebuah keramaian

Oh sebegini besarnya kah cintaku?
Sekuat ini kah rinduku?
Lalu aku melakukan semua atas bayanganmu?
Aku ini bodoh atau memang mencintaimu dengan sebegitu dalamnya?

Cinta tak sesusah ini untuk berjuang bersama
Cinta tak sesepi ini untuk menggapai kerinduan
Segini sajakah akhirnya?
Ditinggalkan tanpa perpisahan yang manis meskipun tetap aku yang ditinggalkan
Perih rasa ini yang bergejolak untukmu
Sesakan nafas yang membutuhkan mu, selalu..

Berakhir semua usaha atasmu
Berkahir semua tawa atasmu
Berakhir semua kekhawariran atasmu

Tetap merindu atasmu
Tetap mencintai atasmu
Tetap membutuhkan atasmu

Sekuat dan segila apapun rasaku untukmu, tetap saja kan aku bergeming atas bayanganmu?
Sehabat dan sedalam hasratku untuk bersamamu, tetap saja kan aku berteriak atas kilauanmu?

Demikanlah, akhir dari sebuah kebersamaan atas nama kerinduan
Demikianlah, dia yang disana tersadar akan sulitnya untuk kembali
Demikianlah, semua canda tawa dan amarah yang kita tuliskan bersama
Dan demikianlah aku yang menjadikanmu segala inspirasiku, segala gairah dalam hidupku
Biarkan saja sekali lagi, aku yang rasa..

Berbanggalah dan tertawalah dengan aku yang sedemikan ini mencintaimu
Berbahagialah dengan seseorang nanti yang akan mencintaimu dengan cara yang berbeda
Berbahagialah dengan segala ego dan pikiranmu atasku

Selamat kamu menang atasku, selamat untuk kesekian kalinya terjatuhku atasmu
Kini, aku menyerah atas semua..
Aku berharap tidak ada penyesalan atas ini semua. oh tentu saja tidak dengan laku mu yang sedemikan biasanya, Selamat kamu menang atas semuanya! :)

Jumat, 09 Mei 2014

:)

I MISS YOU SO MUCH.


The worst eighteen:)

Cie tanggal sepuluh ya hehehe

Hmm sudah nggak penting paling ya buat kamu, apalagi hidupmu
Nggak tau mau nulis apa, yang jelas aku bersyukur masih bisa ngelewati tanggal ini, meskipun sendiri..
Rasanya masih sama kok kayak tanggal sepuluh sebelumnya, tapi cuma kali ini bedanya kamu sudah nggak ada lagi dihidupku, sudah jauh pergi, mungkin nggak mau noleh lagi..

Nggak tau kenapa bisa sedalam ini
Nggak tau kenapa bisa sekuat ini
Nggak tau kenapa bisa sesusah ini

Butuh proses yang kayak gimana lagi, kalo rasanya masih tetep aja sama
Butuh orang baru? Nerima aja susah..
Nggak tau anggepan nya dia kayak gimana, mungkin pikiran sama logikanya udah terbang sebebas merpati dan cenderung seenaknya
Ya gapapa sih.. mungkin emang udah saatnya juga
Habis ini aku nggak tau, skenario Tuhan kayak gimana dan seperti apa
Masih sering kangen nggak karuan, masih sering yang nyesel kenapa bisa gini dan sebagainya
Tapi dayu bisa apa se? Nggak bisa apa-apa kan?
Yaudah semoga bisa ngejalanin semuanya ya, semoga masih bisa kuat aja deh hehehehe
Selamat tanggal 10 ali, iloveyousomuch kok:)


Kamis, 08 Mei 2014

Resah dalam gundah

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

Puisi diatas merupakan puisi yang sarat akan maknanya, puisi yang merupakan bagian dari sebuah film yaitu Ada Apa Dengan Cinta

Kehampaan memang menjadi alasan utama seseorang mencari kesenangan tanpa tau apa itu senang
Kehampaan juga yang menjadikan seseorang terkadang lelah dengan apa yang ia cari tanpa tau apa yang sebenarnya ia cari

Seperti tumbuhan layu di padang pasir, gersang seolah tidak mengerti makna kehidupan
Seperti ikan-ikan kecil yang berada di dalam akuarium, bosan seolah tidak mengerti makna kebebasan
Sebegitukah kuatnya artimu? Sebegitukah besarnya peranmu dalam proses kehidupanku?
Jika semua pertanyaan itu jawabannya adalah "Tidak" aku tidak mungkin merasa seperti ini
Berlebihan memang, tapi ini kenyataannya..
Bersiteru dengan hati dan perasaan yang membuatku sering terlelap dalam tangis
Sangat menyenangkan bila memimpikan tentangmu, apalagi tentang kita
Mulai resah ketika saatnya untuk bangun, apalagi dihadapkan dengan kenyataan yang tidak selaras dengan maunya hati

Tuhan, terlalu sering aku mengeluh padamu
Tapi kepada siapa lagi aku bisa percaya
Engkau memang tidak bisa memberikan semua yang aku mau, tapi kau tetap tunjukkan jalan terbaikmu
Apa memang seperti ini seharusnya?
Adilkah bagiku yang sedalam ini mencintainya?
Mencintai memang seharusnya tulus tanpa balasan
Mencintai memang seharusnya tangguh tanpa tangis
Dan mencintai memang seharusnya bahagia jika yang kita cintai bahagia

Aku bahkan tidak mengerti bagaimana caranya melewati ini semua
Aku juga tidak mengerti bagaimana caranya seimbang
Aku sungguh sangat mencintainya
Entah harus berapa kali kalimat itu terucap
Mungkin ini yang dinamakan cinta dengan titik, cinta yang berakhir seolah-olah tidak pernah berakhir

Pergilah.. jika memang itu pilihanmu
Menjauhlah.. jika memang itu melegakanmu
Tapi aku yakin Tuhan punya cara lain
Susah memang menggenggam rindu sendirian
Susah memang memeluk sayang sendirian
Dan sangat susah memang mengasihi tanpa harus dikasihi kembali
Aku tidak pernah belajar ikhlas
Aku tidak pernah belajar kuat
Setelah semua ini benar-benar selesai, aku ingin kau tetap baik-baik saja, tentu dengan duniamu yang sudah sangat menyenangkan bukan? Atau dengan wanitamu yang kau anggap sudah mengertimu?

Lakukan sepuas hatimu sayang..
Lakukan yang memang seharusnya kamu lakukan..
Aku disini yang mengalah
Aku disini yang terbuang lalu terombang-ambingkan oleh perasaan
Biarkan aku yang menelan semua pahit, jika memang manis yang kau dapatkan..

Terlalu sakit untuk melihat jauh kedalam dasar hati
Terlalu gelap untuk menerawang semua yang aku inginkan
Aku menunggu datangnya cahaya
Aku menunggu uluran tangan untuk bangkit lagi
Dan aku tak pernah menunggu apa yang seharusnya kutunggu
Terlalu banyak diam, bungkam dengan semua yang ada di sekitar
Terlalu banyak menutup mata, seolah-olah dunia begitu sempit dan gelap
Rasanya memang semua ini yang pantas aku dapatkan
Biarkan saja, aku yang rasa..

Berbahagialah selalu, diatas semua keputusasaanku..

Rabu, 07 Mei 2014

Cinta yang bukan "segini" saja

"Lelah memang... tapi apakah sayang dan cinta mengenal itu semua? Kita lihat saja"

Mengenalmu lebih dari sehari..
Memahamimu apalagi..
Pantaskah kau menilai aku dengan begitu cepatnya?
Pantaskah kau luluhkan semua usahaku selama ini?
Pantaskah kau membunuh semua pengertianku? Pengertian terhadap seberapa diriku yang dulu pernah menjadi prioritas utama mu.. 

Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, aku selalu mengikuti aturan mainmu, apakah itu kurang?
Aku juga tidak mengerti, segampang itukah kau mengambil keputusan yang membuatku terjatuh untuk kesekian kalinya?
Aku lelah untuk mencari kemana arah pikiranmu
Aku lelah untuk memahami semua perlakuanmu
Aku lelah..... tapi aku tidak berhenti

"Bagaimana perasaanmu setelah kejadian ini berulang-ulang terjadi?"
Aku hanya memandang kosong jauh menerawang kedepan, dengan sangat terpaksa aku menjawab semua pertanyaan orang-orang disekitarku "Perasaanku? Masih sama, dan mungkin akan selalu sama"
Aku tau lama-lama rasa ini akan semakin gila
Aku tau rindu ini lama-lama akan membunuh semua pikiran warasku
Dan aku juga tau mungkin aku dicintai tuk disakiti
Berapa kalipun kau mengombang-ambingkan seluruh rasaku, aku tetap menjadikanmu yang paling kucinta..

Hak orang lain menyayangiku, hak orang lain mencintaiku dengan sebegitunya, hak orang lain memperhatikan dan nyaman denganku
Apakah kau lupa dengan hakku?
Hakku menentukan yang menjadi pilihanku
Tidakkah kau melihat apa yang telah ku pilih dan yang telah aku jalani?
Kau mengenalku hanya sehari atau bagaimana?
Dengan gampangnya kau berprasangka yang bukan seharusnya..
Nikmati saja semua prasangkamu
Nikmati saja dulu..

Setelah kau merasa cukup, lihatlah semua yang telah aku lakukan untukmu, hanya untukmu..
Setelah kau merasa cukup, lihatlah aku disini yang tak ada habisnya merindu..
Aku jadi kembali jauh berfikir, apakah ini semua adalah kesengajaanmu semata? Agar aku jauh darimu?
Hahahaha jauh darimu? Kau berfikir selama ini aku tidak merasa jauh darimu?
Aku merasa sangat sangat jauh darimu
Aku merasa tidak mengenalmu
Bagaimana bisa kau bermain-main dengan perasaan yang sama sekali tidak main-main
Aku tau sebelumnya tidak sesusah ini
Aku tau sebelumnya tidak seberat ini
Aku berfikiran bahwa semua ini terjadi bukan karna kebetulan, semua terjadi karna memang seharusnya terjadi
Jika memang pergi jauh menjadi pilihanmu, pergi saja.. tapi kau akan tau siapa yang seharusnya menjadi tempatmu kembali
Jika memang meninggalkanku itu yang terbaik dalam pikiranmu, tinggalkan saja.. tapi kau akan tau siapa yang seharusnya mengalah hati atau pikiranmu?
Jika memang semuanya harus terjadi kembali, aku hanya bisa berdiri di tempat yang sama, mencari cahaya yang tidak pernah kutemui, mencari kesenangan dalam kehampaan..

Biarkan aku saja yang merasa hancur berulang-ulang
Biarkan aku saja yang merasa rindu itu menyiksa
Biarkan aku saja yang merasa tidak ada yang lain selain dirimu, dirimu dan dirimu
Biarkan aku mencintaimu dengan semua caraku
Biarkan aku memelukmu dalam jauh
Biarkan aku merindu dalam doa
Dan biarkan aku terus menyayangimu dalam semua usahaku..

Terimakasih telah datang lalu pergi, lagi...