Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai
Puisi diatas merupakan puisi yang sarat akan maknanya, puisi yang merupakan bagian dari sebuah film yaitu Ada Apa Dengan Cinta
Kehampaan memang menjadi alasan utama seseorang mencari kesenangan tanpa tau apa itu senang
Kehampaan juga yang menjadikan seseorang terkadang lelah dengan apa yang ia cari tanpa tau apa yang sebenarnya ia cari
Seperti tumbuhan layu di padang pasir, gersang seolah tidak mengerti makna kehidupan
Seperti ikan-ikan kecil yang berada di dalam akuarium, bosan seolah tidak mengerti makna kebebasan
Sebegitukah kuatnya artimu? Sebegitukah besarnya peranmu dalam proses kehidupanku?
Jika semua pertanyaan itu jawabannya adalah "Tidak" aku tidak mungkin merasa seperti ini
Berlebihan memang, tapi ini kenyataannya..
Bersiteru dengan hati dan perasaan yang membuatku sering terlelap dalam tangis
Sangat menyenangkan bila memimpikan tentangmu, apalagi tentang kita
Mulai resah ketika saatnya untuk bangun, apalagi dihadapkan dengan kenyataan yang tidak selaras dengan maunya hati
Tuhan, terlalu sering aku mengeluh padamu
Tapi kepada siapa lagi aku bisa percaya
Engkau memang tidak bisa memberikan semua yang aku mau, tapi kau tetap tunjukkan jalan terbaikmu
Apa memang seperti ini seharusnya?
Adilkah bagiku yang sedalam ini mencintainya?
Mencintai memang seharusnya tulus tanpa balasan
Mencintai memang seharusnya tangguh tanpa tangis
Dan mencintai memang seharusnya bahagia jika yang kita cintai bahagia
Aku bahkan tidak mengerti bagaimana caranya melewati ini semua
Aku juga tidak mengerti bagaimana caranya seimbang
Aku sungguh sangat mencintainya
Entah harus berapa kali kalimat itu terucap
Mungkin ini yang dinamakan cinta dengan titik, cinta yang berakhir seolah-olah tidak pernah berakhir
Pergilah.. jika memang itu pilihanmu
Menjauhlah.. jika memang itu melegakanmu
Tapi aku yakin Tuhan punya cara lain
Susah memang menggenggam rindu sendirian
Susah memang memeluk sayang sendirian
Dan sangat susah memang mengasihi tanpa harus dikasihi kembali
Aku tidak pernah belajar ikhlas
Aku tidak pernah belajar kuat
Setelah semua ini benar-benar selesai, aku ingin kau tetap baik-baik saja, tentu dengan duniamu yang sudah sangat menyenangkan bukan? Atau dengan wanitamu yang kau anggap sudah mengertimu?
Lakukan sepuas hatimu sayang..
Lakukan yang memang seharusnya kamu lakukan..
Aku disini yang mengalah
Aku disini yang terbuang lalu terombang-ambingkan oleh perasaan
Biarkan aku yang menelan semua pahit, jika memang manis yang kau dapatkan..
Terlalu sakit untuk melihat jauh kedalam dasar hati
Terlalu gelap untuk menerawang semua yang aku inginkan
Aku menunggu datangnya cahaya
Aku menunggu uluran tangan untuk bangkit lagi
Dan aku tak pernah menunggu apa yang seharusnya kutunggu
Terlalu banyak diam, bungkam dengan semua yang ada di sekitar
Terlalu banyak menutup mata, seolah-olah dunia begitu sempit dan gelap
Rasanya memang semua ini yang pantas aku dapatkan
Biarkan saja, aku yang rasa..
Berbahagialah selalu, diatas semua keputusasaanku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar