Kamis, 27 Maret 2014

Cerita (pendek)

"Yang kamu sukai belum tentu yang kamu cintai"

 Panas yang terik membangunkan seluruh lapisan antero bumi ini termasuk dina, begitu ia dipanggil, dina seorang pelajar SMA elit di Bandung..Hobi nya adalah "memikirkan yang seharusnya dibiarkannya mengalir"

 "Halo dina, selamat pagi" Sapa dede, dede adalah pacar dina, yang kurang lebih selama 9bulan menemani dina, disetiap hari-hari nya..
 "Eh hai de, dari kapan kamu disitu?" Tanya dina dengan tatapan heran kepada dede
 "Mau tau aja, atau mau tau banget, kamu lagi mikirin sesuatu ya? Selidik dede terhadap raut wajah dina
 "Enggak kok, aku nggak kenapa-napa" Jawab dina dengan setenang mungkin
 "Yakin? Kenapa sih cewek suka banget jawab gapapa, padahal juga sebenernya ada yang di sembunyikan"
 "Sok tau banget de kamu tentang cewek"
 "Iyalah aku paham banget kamu gimana"

Seketika dina memikirkan apa yang dikatakan dede, ternyata memang benar, sering sekali dina menyembunyikan sesuatu dari dede, tapi dia menyembunyikan hal tersebut bukan karena dia tidak ingin cerita kepada dede, melainkan dia hanya ingin memahami perasaannya sendiri, dan menyakinkan dirinya bahwa apa yang dia rasakan hanya perasaan cemas, dan khawatir..

Bulan demi bulan ia jalani bersama dede, dede merupakan sosok pria yang sangat dicintai dina, entah bagimana dina bisa sesayang itu dengan dede, yang jelas ia tidak pernah ragu akan perasaan terhadap dede, tetapi dia ragu akan sesuatu, sesuatu yang seharusnya tidak ada di dalam hubungan mereka yaitu ade, ade merupakan teman dede, ade memang terkesan dekat dengan dede, karena menurut cerita dari teman-teman dina, dede pernah menyukai ade, tetapi karena ade sudah mempunyai pacar, dede memutuskan untuk menjauh dari ade, lalu ia bersama dengan dina sampai saat ini..

"De, aku nemuin ini di hp kamu, maksutnya apa? Tanya dina dengan getirnya
"Oh din, bukan gitu, ade cuma curhat aja kok tentang pacarnya" Dede berusaha menyakinkan dina
"Cuma kamu bilang? Sms tengah malam, dengan nada manja seperti ini kamu masih bilang ini cuma? Nada dina mulai bergetar dan ia seketika merasa sesak di dada.

 Setelah kejadian itu, dina menjadi sosok yang sangat pendiam dihadapan dede, pendiam dalam artian tidak ingin menceritakan sesuatu apapun kepada dede, dia memutuskan untuk memendam semuanya sendiri, hanya dia yang tau, betapa berkecamuknya perasaan,hati dan juga pikiran semenjak hari itu, dede seseorang yang sangat dicintai dina, sedang mencoba mendengarkan curhatan ade yang notabene pernah didekati dede, entah apa yang dipikiran dede, dina tidak pernah tau, dia hanya diam dan terus diam.. Dia merasa tidak diperlakukan adil oleh dede, dina ingin ditunggu sampai kapan dia akan menceritakan kisahnya yang selama ini selalu di respon dengan menjawab "gapapa" dina butuh waktu menceritakan semuanya, bukan berarti dede bisa dengan bebas mendengarkan curhat dari wanita lain.. wanita yang seharusnya menjauh dari kehidupan dede..

 Tidak ada percekapan hangat setalah itu, semuanya menjadi hambar dan dingin seperti es bagi dina, tetapi dede tidak pernah merasakan hal itu, dina pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari dede, dia berfikiran untuk apa aku disini sebagai orang yang tidak di dengarkan, setelah beberapa lama mereka berpisah, dina masih memiliki perasaan yang sama sejak ia pertama kali menerima cinta dede, sedangkan dede mungkin sudah jauh melupakan dina, terdengar kabar bahwa ade telah putus juga dengan pacarnya, dan ini membuat dina semakin yakin bahwa mereka akan sama-sama menyambungkan rasa yang dulu pernah ada

Dina hanya diam, memikirkan kejadian itu akan terjadi sejadi-jadinya ia menangis, entah apa yang ia rasakan, seolah-olah ia sudah tau bagaimana jalan ceritanya.. Dia tidak pernah membuka hati lagi semenjak dede pergi dan menghilang dari kehidupannya, dina terkadang lelah dengan apa yang dia "andai-andaikan" tapi ia sadar ia tak semenarik ade, tak se sempurna ade, tapi ia selalu ada untuk dede..
Entah benci atau muak yang dirasakan dina terhadap ade, karena sebaik-baiknya ade terhadapnya tidak akan diterima dengan baik oleh dina..

Dina mencoba mengikhlaskan semua yang telah terjadi, dina tidak membunuh perasaannya, dina juga tidak berusaha untuk melupakan dede, baginya semua hal terjadi bukan kebetulan, tapi ada skenario dari Tuhan entah bagaimana akhirnya, yang jelas dina telah melakukan yang terbaik untuk hidupnya, dengan membiarkan dede terbang sebebas yang dia mau, sampai ia akan tau dengan siapa ia harus kembali..

"Menyukai tidak sama dengan mencintai, apalagi kamu telah dicintai dengan sebegitu tulusnya, dia yang selalu ada buatmu, berbeda dengan dia yang hanya sekejap di pikiranmu, dia yang siap berbagi denganmu, berbeda dengan dia yang hanya ingin didengarkan, dia yang selalu mencintaimu, berbeda dengan dia yang hanya membutuhkanmu, rasa suka, mengagumi memang membuaikan hati, tapi ingat yang selalu untukmu, yang siap menerima sedih dan senangmu setiap waktu, yang siap berada dibarisan paling depan jika terjadi sesuatu padamu, dan yang mencintaimu seperti tak akan pernah berakhir"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar