"Ketika kamu mencintai seseorang dengan begitu dalamnya akankah keikhlasan menghampirimu?"
Hahaha ikhlas ya? Ikhlas itu sebenarnya kata yang harus ada atau memang jika di butuhkan saja..
Bagaimana jika kamu mencintai dia dengan sangat dalamnya? Akankah ilmu ikhlas segampang itu berlaku?
Terkadang sedikit menggelikan jika ada seseorang yang mengatakan bahwa "Kamu sayang dia banget kan? kalo kamu sayang banget sama dia, ya ikhlasin dia sama yang lain" BULLSHIT
Adakah keikhlasan dalam arti yang sebenarnya?
Cinta itu PENGORBANAN
Cinta itu USAHA
Cinta itu PENANTIAN
Kalau kamu sudah melakukan itu semua, dan masih saja berada pada takdir yang tak kunjung berubah, bukan berarti dia tidak denganmu, tapi kamu sudah saatnya dengan yang lain..
Sulit memang jika semuanya sudah berubah, KAMU BISA APA?
Jika dia telah menemukan yang lain, akankah kita tetap menanti, berkorban dan usaha? UNTUK SIAPA?
Banyak sekali kemungkinan yang terjadi setelah ini, setelah semuanya berubah..
Banyak sekali tamparan bebas melayang untuk menyadarkanku, setelah semuanya hilang..
Memang aku tidak akan tau sampai kapan ini akan berkahir..
Memang aku juga tidak tau sampai kapan hati ini ku simpan untuk dia, yang sudah jelas-jelas membuang jauh ke belakang tentangku, dan hidupku..
Tak akan ada lagi sosokku di dalam mimpi indahnya..
Tak akan ada lagi sosokku yang terbiasa membuatnya mengerti bahwa aku sangat mencintainya..
Tak akan ada lagi sososkku yang selalu menginginkannya bahagia, walaupun aku harus merelakan dia dengan yang lain ..
Tak akan ada lagi sosokku yang selalu merindukan pelukan hangat ternyaman sedunia itu..
Baginya mungkin tak akan ada lagi aku "No more me, and no more love her too much"
Hanya aku dan Tuhan yang tau seberapa kuatnya hati dan perasaan ini padanya
"Halah day nanti kan seminggu udah lupa"
"Nanti nemu yang lebih kok pasti dayu"
"Jangan sedih terus ta dayu"
"Semangat dikit dong day"
"Kamu bisa apa kalo dia sama yang lain?"
"Terus dayu maunya gimana?"
"Sesedih itu ta day?"
Bagaimana aku bisa menjawab semua pertanyaan dan pernyataan seperti itu, sedangkan jauh di dasar hatiku, aku masih mengusahakan rasa ini tetap bahkan selalu ada, walaupun aku yang akan menjaganya (sendiri)
Ironis memang, tapi aku nyaman dengan seperti ini, berat memang, lalu aku harus bagaimana?
Pura-pura tidak mencintainya? Untuk kesekian kalinya aku mengatakan bahwa tak akan ada usaha untuk membunuh perasaan ini, apalagi usaha untuk mencari bahkan menemukan kembali sosok yang lain..
Benarkan yang kuduga, rasa sedihku akan tetap ada sampai entah kapan, akan ku nikmati semua skenario perjalan hidupku Tuhan, aku bersyukur pernah ada aku di hidupnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar