Sabtu, 14 Juni 2014

Dan.

Terjatuh lah sedalam yang kamu mau, terdiam lah selama yang kamu mau.

Jauh tak selalu yang aku inginkan
Jauh tak selalu yang aku harapkan
Jauh juga tak selalu yang aku pikirkan
Tetapi ketika semua terjadi begitu saja, dapat kah aku menolaknya? dapat kah aku bersuara dalam diam? dapat kah?

Aku hanya menjadi bagian kecil dari kehidupan seseorang
Seseorang yang selama ini menjadi teman,sahabat dan bagian yang terbanyak dalam hidupku..
Ah aku terlalu menganggapnya begitu besar
Ah aku terlalu menganggapnya begitu berarti
Tapi sebenarnya dia memang sosok yang seperti itu, begitulah caraku memunafikan semuanya

Terdiam dalam teriakan riuh
Tertahan dalam rindu berkecamuk
Tertatih dalam sebuah harapan kecil
Lagi lagi aku diharapkan pada sebuah kenyataan yang tidak akan mungkin
Bagaimana aku bisa mengikhlaskan semuanya?
Bagaimana aku bisa tersenyum sedikit saja melihat semuanya?
Dan.. bagaimana aku bisa terlelap tanpa bayangannya?
Tolong, berikan jawaban atas semua kegundahanku
Tolong, ajari aku agar kuat sama sepertimu
Tolong, beri aku kebahagiaan seperti yang kamu telah dapatkan tanpa ada sedikit pun aku di dalamnya

Aku hampir kehilangan arahku
Aku hampir tidak mengenal aku, iya.. aku yang dulu
Aku hampir tidak mengerti senang dan sedih bersamaan, atau mungkin aku mati rasa? Semoga saja iya

Mengapa sampai seperti ini, mengapa sampai sedalam ini, mengapa sampai sesulit ini
Harus dengan usaha dan cara seperti apa lagi
Aku kehilangan semua yang pernah ada
Mengapa tak kau ambil setenganya saja, agar aku bisa kembali lagi
Mengapa kau mengambil semuanya? Tidakkah ada setitik cahaya bahagia?
Aku hampir menyerah dengan ini semua, Tuhan..
Dan.. akhirnya aku benar-benar menyerah atas semua rasa ini, atas semua rindu ini, dan atas semua sayang yang tidak pernah ada habisnya, entah..sampai kapan

Ku pasrahkan semua rindu ini menyayatku, jauh.. dan semakin dalam
Ku pasrahkan rasa ini tetap tumbuh bakan bersemi tanpa kamu
Ku pasrahkan sakit dan perih ini untukku sendiri
Sampai pada akhirnya ku pasrahkan kamu untuk dia, dia.. yang mungkin telah menunggumu disebuah persimpangan yang jelas bagaimana akhirnya..

Biarkan rasa ini tetap hidup untuk seseorang yang nantinya atas nama orang lain
Biarkan semua sakit ini tetap kumilki seutuhnya tanpa mengijinkannya untuk menyentuhmu sedikit pun
Biarkan semua ini terjadi dengan semestinya
Biarkan semua ini terjadi tanpa ada akhirnya

Aku merindumu tidak pernah setengah hati, tulus dengan apa adanya, tanpa sedikitpun kebohongan di dalamnya
Semoga kamu berbahagia. dengan jalanmu.
Aku yang ada di belakangmu, menolak untuk berdiri didepanmu, agar suatu saat nanti jika kau menoleh kebelakang, aku ingin kau berkata bahwa "Dia yang mencintaiku dengan sebegitu hebatnya"
Terimakasih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar